AWAL DARI HOBYNYA NONGKRONG DI KANTIN
Surya Karisma Kharnefo Alias Nefo
Sebenaranya tangan ini mau menulis sesuatu tentang apa yang
ada di lubuk hati ku.tapi masih ada yang lebih penting dari itu maka aku ambil
sedikit tinta ku oleskan pada lembaran kosong,lembar demi lembar untuk
menciptakan suatu cerita yang bisa membuat aku dan dirimu tenang dan nyaman,ini
cerita berawal dari temanku nefo. aku mulai tertanya-tanya apakah aku sudah
seharusnya mulai mencari sebagian diriku yang hilang. bukanlah niat ini
disertai oleh nafsu tetapi atas keinginan seorang pujangga mencari sebagian
syairnya.sering kali aku mendengar bahwa ungkapan “kau tercipta untukku maka
kembalilah untuk menemani hidupku.”
Aku awalnya kurang mengerti apa sebenarnya arti kalimat itu
karena di liputi oleh hawa nafsu dan gelora cinta yang indah .Disini memang
seorang nefo yang bisa merangkai kata yang indah dan penuh makna tapi saya
sungguh sulit untuk menceritakan wataknya yang memang tak gampang dirangkai
seperti orang yang tak ahli dalam membuat cerita tapi usaha dan semangat yang
membuat hal ini terjadi mungkin karna rahmat dan hidayah allah yang diberikan
kepada diriku,baru saat ini aku mengerti bahwa pada suatu hari nanti aku harus
mengambil satu tanggungjawab yang memang diciptakan khusus untuk diriku,untuk
menceritakan kisah ini pada orang yang mau mendengarnya,aku mulai mempersiapkan
diri dari segi fizkal, spiritual dan juga intelektual untuk untuk mengisi
lembar demi lembar kosong yang telah menjadi hamparan didepan meja belajarku
yang telah mengeluarkan air mata dara karna terlalu lama menunggu.
Siang itu kami beserta rombongan menuju kantin seperti
biasanya,saya lihat sebuah meja kosong di tempat biasa kami nongkrong dan
tertawa, telah setia menunggu kami setiap harinya,dan seorang pelayan senyum
manis mempersilakan kami duduk sambil memberikan secarik kertas beserta
penahnya untuk mencatat pesanan kami yang akan disantap dengan lahap.
Aku terpanah melihat salah salah satu temanku nefo yang duduk
manis sambil memandang seorang wanita yang lewat disamping kantin,”woii nanti
kesurupan kalau ngalamun seperti itu”,nefo hanya senyum dan terus memandangnya
sampai lenyap dari pandangan.
Semenjak itu temanku ini selalu ngalamun dan ngelamun
lagi,sampai pada akhirnya dia menceritakan keluhan dalam lamunannya pada si
harry,disinilah saya sangat sulit untuk menggambarkan kisah ini karna tak
sepenuhnya kisah ini saya tau tapi saya akan mencoba dari semua yang saya tahu,semenjak
si nefo melihatnya kami serta rombongan akan terus ke kantin untuk mematai
matai wanita ini siapa dan ada apa dengannya sampai pada akhirnya setiap
istirahat tujuan utama adalah kantin ( pembaca yang baik mungkin sudah tau
kenapa group kami dinamai backantin karna selalu kembali ke kantin ).
Si nefo mulailah mengatur strategy untuk bisa mendekati
wanita itu mulai dari mencari tahu siapa nama,jurusan apa dan orang mana,jeda
waktu sekitar lebih kurang sebulan si nefo baru tau sedikit tentang wanita
itu,namanya saya tak ingat ( berharap si nefo memberi tau di kementar nantik )
tapi saya tau dia jurusan SISTEM INFORMASI
dan seangkatan dengan kami,saya sengaja tak menberi gambaran pada wanita
pujaan hati nefo karna saya tak kenal dengannya ini bukan kesalahan saya tapi kesalahan
temanku kenapa dia tak mengenalinnya padaku.
Suatu hari nefo berencana mau menemuainya dengan strategy
yang telah dia rancangnya,”Aku mau pertemuan kita yang pertama aku kelihatan
‘sempurna’ di hadapanmu meskipun pada hakekatnya masih banyak lagi kelemahan
pada diriku ini. aku mencoba mempelajari arti dan hakikat tanggungjawab yang
harus aku wujudkan ketika dipertemukan dengan dirimu. aku coba membatasi
hubungan pembicaraan dengan wanita lain yang hanya dalam lingkaran urusan
penting karena aku risau aku menceritakan rahasia diriku kepadanya karena
seharusnya engkaulah yang harus mengetahuinya kerana dirimu adalah sebagian
dariku dan hak bagimu untuk mengetahui segala lahir dan batin diriku ini.
Apabila aku memakai kopiah, aku disangka ustad. diriku
memakai jubah, disangka syeikh. lidahku mengajak manusia ke arah makruf
disangka dai. bukan itu yang aku pinta karena aku hanya mengharapkan cinta dari
mu semoga allah meridhoinnya. yang aku
takuti, diriku mulai mendekati wanita karena perawakanku dan perwatakanku. baik
yang indah berjilbab atau yang ketat bert-shirt, semuanya singgah disisiku.
Aku risau hatiku akan lemah. diriku tidak dapat menahan dari
gejolak kesexian wanita dikampus ini. Tapi aku berusaha untuk bisa mendekatimu
bukan karna nafsu maupun karna hal lainnya ,aku mendekatimu karna semata karna
cinta yang tumbuh dari lubuk hati yang paling dalam meskipun aku tak pernah
menemukan sebuah lubuk di hatiku.
Jiwa remaja ku ini mulai mencari cinta menjelma dan kehadiran
wanita amat terasa untuk berada di sisi. setiap kali aku merasakannya, aku
mengenangkan dirimu. di sana engkau setia menunggu diriku aku yakin itu, tetapi
di sini aku curang kepadamu andai aku bermain dengan cinta fatamorgana.
sampaikan doamu kepada diriku agar aku dapat menahan gelora kejantananku
disamping aku mengajukan sendiri doa diperlindungi diri.
Bukan harta,rupa dan keturunan yang aku liat dalam mencari
dirimu. Cukuplah cinta sebagai modal untuk aku dan dirimu bisa bersama.
Jika aku dipertemukan dengan dirimu, akan ku jaga perasaan
kasih ini supaya tidak tercurah sebelum masanya. akan ku jadikan syara’ sebagai
pembatas diri kita. akan ku jadikan akad nikah itu sebagai cap halal untuk
mendapatkan dirimu. biarlah kita mengikuti nenek moyang kita, nabi adam dan
siti hawa yang bernikah sebelum disatukan agar kita dapat menikmati kenikmatan
pernikahan yang menjanjikan ketenangan jiwa, ketenteraman hati dan kedamaian
batin. doakan diriku ini agar tidak berputus asa dan sesat dalam misi mencari dirimu
kerana aku memerlukan dirimu untuk melengkapkan sebahagian agamaku.”
Walaupun strategy begitu matang yang dipersiapkan temanku ini
tapi nyatanya pujangga tetap tak ada syairnya,jangankan bertemu dan saling
pandang,berselisih dijalan saja enggan.ingin rasanya aku berikan mental
kejantananku padanya tapi tak mungkin karna pada hakekatnya hal itu tak bisa
dipindahkan pada siapapun.
Beginilah seterusnya gagal dan gagal lagi,sampai saya
teringat pada seorang penulis dimana dia membuat suatu flem pendek yang menceritakan
malam minggu yang suram,dan vidio ini di hadiahkan pada para jomblo setiap
malam minggunya.dan temanku ini hampir seperti vidio tersebut cuman bedanya
tempat dan bentuknya.
Karna kantinlah semua kisah ini berawal dan karna kantinlah
kami bisa melanjutkan pertemuan dengan SKS-SKS
setiap harinya sampai saya berpikir seharusnya dalam skripsi ada ucapan
terima kasihnya pada kantin tapi hal ini tak mungkin terjadi karna tak pernah
ada sejarahnya.
Bersambung....

akhirnya ada juga sambungannya,,,
ReplyDeletethanks sob or mas or sis,,,
Deleteatas kujungannya,,,