PARTAI YAKIN-YAKIN MENGGAPAI GUNUNG TALANG



Pagi yang begitu indah, di bawah kaki gunung Talang yang di kelilingi hamparan kebun teh yang memanjakan mata, di sinilah pengalaman kami di mulai. Ya mendaki gunung talang.

Rencana ini sudah begitu lama kami rintis namun selalu gagal karna keperluan dan rutinitas kami yang berbeda. Tepat sekitar pukul 09.00 pagi kami Mulai persiapan untuk pendakian.

Kami mendaki beranggotakan 7 orang dengan karakter yang berbeda,  Yakni : Ade, Cendri, Fauzan, Indra, Azmi dan Sofi. Kami melewati jalur Seroja, “Hati-hati jalan licin dan tanah” begitu kata penjaga pos gunung talang jalur seroja. Sebelum berangkat tidak lupa pula mengabadikan moment dengan 1 dua kali jepretan kamera, “Sebelum kita memulai pendakian ini marilah kita berdoa” salah satu dari kami yang memimpin.



Pendakian di mulai, kicauwan burung-burung serta canda tawa dan gurauwan yang keluar dari kami, ada yang sibuk ambil poto, sibuk ambil vidio dan ada juga yang sibuk main tik tok lengkap sudah team kami kali ini.

Benar saja Penjaga Pos Jalur Seroja, rintangan-rintangan mulai menghadang sekitar 20 menit dari Pos S1. Jalan licin dengan kombinasi tanah lumpur menghadang. Tak jarang, lutut kaki hampir menyentuh dada saat merayapi akar-akar pohon yang merambat di jalur pendakian. Langkah kaki mulai kerap terpeleset mungkin kita lelah, “Break” salah satu dari kami memberi intruksi, istirahat sambil bikin secangkir kopi panas, pecatpun ikut bergabung melapas lelah dan haus, hihih. Memang jalur pendakian gunung talang, pecat bukan hal yang asing lagi, perjalanan pun di lanjut tidak terasa kami sampai pos peristirahan yang pertama, lelah haus dan lapar mulai menghadang lagi.

Di sini tugas di bagi ada yang masak, ada yang bikin kopi ada juga sibuk poto-poto, saya bikin api unggun, fauzan dan cendri ambil andil dalam memasak, “urusan dapur serahkan pada kami” Celote Fauzan waktu itu.
 
Setalah istirahat pendakian di mulai, tidak terasa jam 06.00 sore kami sampai di jalur hutan mati. Di sinilah perjuangan sesunggunya di mulai, bagaimana tidak sepanjang pendakian yang kami lewati hutan mati adalah jalur paling terjal dan miring. Tapi hal itu terobati dengan pemandangan negri atas awan yang di iringi kombinasi sunset yang begitu indah. Jengkal demi jengkal pemandangan kami nikmati akhirnya kami sampai juga di cadas.

Matahari Pagi mulai menyingsing, mengintip dari celah-celah tenda pagi itu, tidak berlama-lama kami di lahan kemping/cadas. Saya segera mengajak team untuk mencapai puncak gunung talang, semua bersiap dalam pendakian yang sesuangguhnya, mulai dari bibir gunung talang yang berbatu dan berkerikil, Nafas mulai tersengal-sengal saat melewati jalur yang terbilang curam sekitar 55-60 derajat. Keringat bercucuran dari kening hingga tubuh. Rasa pegal menyerang sendi-sendi kaki setelah meniti tanjakan menuju ke puncak gunung.

Sedikit demi sedikit bebatuan dan kerikil yang terjal kami lewati bebarapa puluhan meter dari cadas telah kami lampaui, Agak “ngeri-ngeri sedap” juga ketika saya melewati sisi puncak kawah yang memancarkan gas belerang. Saya langsung spontan menutup hidung. 



Hutan mati dan puncak kawah terlewati. Kami masih harus melewati dua bukit kecil sebelum tiba di puncak Gunung Talang. Matahari mulai hilang dengan tebal nya kabut awan yang mengadang, akhirnya salah satu dari kami menyerah, kaki mulai kram badan sangat lelah dengan kesepakatan team perjalanan hanya sampai hutan mati. 


Sedikit kecewa, dengan susah payah menuju gunung talang tapi sayang kami tidak sampai puncak. Demi kesetian kawan dan persaudaraan ke egoisan harus kami buang, dan kami berlanjut mengambil moment di sekitar hutan mati, dengan memodalkan kemera sederhana hal itu tidak mengurangi kebahagian kami. Next time gunung talang kami pasti akan menggapai puncakmu.. salam dari kami groub yakin-yakin, yakin dengan diri sendiri yakin dengan keputusan kami....


Postingan terkait:

7 Tanggapan untuk "PARTAI YAKIN-YAKIN MENGGAPAI GUNUNG TALANG"