Sekebun cinta telah berbunga, secabang kasih telah
terasa, sesejuk embun pagi yang menetes dan mengalir
membasahi rerumputan
seindah pelangi yang melukis langit kala bumi sejuk dengan air hujan,
begitulah umpama kata2mu padaku.
Dulu kau sangat memikatku dg kata2 indah yg selalu
kau ucapkan padaku
dan dengan janji manis yg kau luapkan padaku.
namun kenapa saat aku terbuai dg semua yang kau
berikan, engkau merampas dariku dalam sekejap mata
kau membuatku terbakar oleh api cinta dan kau menghancurkan bangunan cinta yang aku bangun dengan susah payah
demi tuhan......
sungguh diri ini sangatlah berharga
sungguh air mata ini sangatlah mahal untuk aku teteskan untuk seorang wanita, tp kenapa saat ini air mataku tak henti2nya menetes saat ku ingat akan kekurangan dirimu, kenapa air mata ini sangatlah murah padamu
sungguh air mata ini sangatlah mahal untuk aku teteskan untuk seorang wanita, tp kenapa saat ini air mataku tak henti2nya menetes saat ku ingat akan kekurangan dirimu, kenapa air mata ini sangatlah murah padamu
kau memberikan cinta yang palsu padaku, yang aku
anggap adalah cinta yg keluar dari lubuk hatimu, tp ternyata cinta itu hanya kau jadikan sarana untuk
mendapatkan dia
Bodohnya diriku, memenggam erat cinta itu dalam
hatiku
APA AKU PERNAH MENYAKITIMU...??
KASIH,,,
jangankan aku berniat untuk menyakiti hatimu,
sehelai rambutmupun tak pernah aku lukai
kini di saat kau sudah bersamanya aku hanya bisa
memandangi kecurangan warna bunga impianku
MENYESAL TIADA GUNA LAGI
Aku tak mungkin memilikimu karena aku hanya di
anggap menyusakan untuk meraih impianmu
Siapalah diriku...??
Aku sadar diri ini anak orang tak punya yang
mengharapkan cinta dari anak seorang raja, Kau bagaikan merpati yang bisa terbang sesuka hatimu
SEDANGKAN AKU....??
Aku bagaikan siput yang berjalan satu langkah saja,
harus susah payah untuk menjalaninya
Aku yang selalu di landa gelap dan sunyi yang hanya
bisa tersenyum kala terbit yang mentari aku sadari itu semua.
TAPI BIARLAH...
Biarlah penyelasan ini yang selaalu aku kenang tampa
kau curangipun aku akan melepasmu karena memang itu pilihanmu.
Biarlah ini menjadi suatu pelajaran bagi insan yan tak punya ini, agar tak mengharap lagi di cintai oleh seorang putri sepertimu, meski dalam lubuk hati terdalam mengadu pada tuhan.
Aku juga ingin tuhan, aku juga berhak mendapatkan yang seperti dia yang tanpa melihat kekurangan dan kelebihanku.
HMMMMMM
ReplyDeleteWHATTTT
Delete